Jakarta (infopasific) – Dimasa pandemi covid19 saat ini yang makin berkepanjangan, pengelolaan keuangan menjadi hal yang mendesak dan sangat penting. Jika disaat sebelum pandemi kita bisa mengelola keuangan semau kita, saat pandemi hal tersebut tabu dilakukan mengingat saat pandemi selain kebutuhan akan pembelian obat dan alat penangkal covid19 semisal masker dan vitamin, sektor pemasukan juga berkurang. Untuk itu mengelola keuangan haruslah bijaksana.
Redaksi berkesempatan menghubungi pemerhati ekonomi, Mervin S.Komber untuk dimintai pendapatnya terkait bagaimana mengelola keuangan dimasa pandemi.
Saat pandemi ini mobilitas dan aktivitas masyarakat menjadi sangat terbatas. Apalagi, dengan penerapan berbagai kebijakan baik itu PSBB, maupun PPKM Darurat memunculkan banyak kekhawatiran publik, baik dari segi kesehatan, pekerjaan, aktivitas, dan bahkan mengenai bagaimana cara mereka mengelola keuangan dimasa pandemi.
Berikut ini 8 tips untuk mengelola keuangan selama masa pandemi covid19 menurut pemerhati ekonomi Mervin S.Komber:
1. Buat kebutuhan minimal anggaran.
Membuat anggaran keuangan secara minimal adalah cara terbaik untuk membatasi pengeluaran. Ini dimaksudkan kita mengetahui seberapa besar pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan sehingga tidak besar pasak daripada tiang.
2. Siapkan dana darurat.
Dalam situasi yang tidak menentu seperti sekarang, menyiapkan dana darurat untuk pengeluaran tidak terduga menjadi sangat penting bagi kita semua. Jumlah dana darurat yang disisihkan minimal 5% dari pendapatan. Misalkan gaji anda 2.000.000,- maka sekurangnya Rp100.000,- wajib disisihkan sebagai dana darurat. Dan ingat dana darurat ini tidak dimasukan kedalam tabungan tetapi ditaruh dalam loker dirumah dan bukan merupakan bagian dari pengeluaran rutin.
3. Mengurangi pembelian barang perabotan.
Salah satu cara untuk menerima tamu dirumah adalah dengan mempercantik rumah agar tamu yang datang merasa kerasan dan terkesima dengan rumah kita, namun dimasa pandemi saling mengunjungi adalah hal yang dibatasi bahkan dilarang. Sehingga kebiasaan membeli perabotan sebaiknya dihentikan dalam masa pandemi. Uang tersebut sebaiknya ditabung.
4. Menabung
Walau sedang dalam masa pandemi, kebiasaan menabung haruslah dipertahankan bahkan saldonya diperbanyak. Minimal menabunglah 25% dari gaji dan pendapatan. Walaupun pada kondisi saat ini kita harus lebih ketat dalam mengatur keuangan, jangan lupakan tujuan keuangan kita di masa depan.
5. Memiliki asuransi.
Proteksilah asuransi diri anda dan keluarga dari bahaya pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk mulai memiliki asuransi untuk diri maupun keluarga agar senantiasa terlindungi dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Banyak asuransi yang menawarkan berbagai kemudahan dan dengan pembiayaan yang terjangkau.
6. Membatasi pengeluaran.
Jika anda seringkali membelanjakan hal-hal yang tidak terlalu dibutuhkan, maka dalam masa pandemi kebiasaan tersebut harus dihentikan. Pengeluaran yang tidak terlalu penting sebaiknya dialokasikan untuk pengeluaran esensial seperti kebutuhan pokok dan kesehatan.
7. Hindari berutang.
Walaupun dengan alasan apapun, sebaiknya hindarilah melakukan pinjaman untuk hal yang tidak penting dan hanya sebatas gaya hidup, semisal membeli alat elektronik ataupun untuk berfoya-foya bersama teman. Situasi pandemi covid19 sangat panjang sehingga mengakibatkan adanya ketidakpastian pendapatan, maka janganlah melakukan pinjaman jika tidak terdesak.
8. Jangan meminjamkan dana.
Kondisi pandemi covid19 menyebabkan kondisi ekonomi mengalami pelambatan. Hal ini berdampak pada sektor lainnya dimana bisa jadi teman atau saudara akan membutuhkan kita untuk meinjamkan dana. Dalam masa pandemi covid19 sebaiknya gagasan untuk memberikan pinjaman dihentikan karena akan mengganggu kondisi keuangan internal, apalagi disaat yang meminjam terlambat mengembalikan. (IP01)