SEKILAS INFO >
SELAMAT DATANG di Official Website : Dr. Ir. Mervin S. Komber, SE., MM., CTT., CFCS., CLMA# SEMOGA KITA SENANTIASA SEHAT, SUKSES SELALU DAN DIBERKATI OLEH TUHAN YANG MAHA KUASA# Sang Cenderawasih menerima jurnalisme warga yang hendak berpartisipasi dalam pemuatan berita tentang kegiatan warga. Artikel tersebut dapat dimuat dengan menghubungi Email pasificstudies@gmail.com. Berita yang sesuai kaidah jurnalistik yang akan dimuat. Isi dari pada sebuah berita ditanggung warga dimaksud. Terima kasih #
Kamis, 03-04-2025

BERIKUT LIMA CARA MENGATUR KEUANGAN BAGI PEKERJA LEPAS

Sabtu, 16 Juli 2022

 

Depok (www.sangcenderawasih.com) – – –  Pekerja lepas atau freelancer selalu mendapatkan pekerjaan yang beragam hingga lokasi kerja. Selain itu, freelancer juga berkesempatan untuk memonetisasi minat bakatnya. Misal saja, seseorang yang memiliki hobi fotografi dapat menjadi fotografer lepas. Terutama saat pandemi covid19, trend sebagai pekerja lepas semakin meningkat.

Walau menggiurkan, menjadi seorang freelancer juga memiliki berbagai risiko. Salah satunya, jumlah pendapatan yang relatif tidak stabil. Pasalnya, besaran pendapatan seorang freelancer sangat bergantung dari banyaknya tawaran dan pekerjaan yang bisa diselesaikan. Bila tidak mampu menyelesaikan atau mendapatkan proyek, freelancer tidak akan mendapatkan penghasilan.

Selain itu, freelancer juga tidak memiliki berbagai fasilitas yang kerap didapatkan pegawai kantoran, seperti asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan, serta berbagai tunjangan. Belum lagi, seorang freelancer harus menyiapkan alat kerja sendiri. Karenanya, freelancer harus pintar mengatur keuangan agar kondisi finansial tetap sehat.

Mervin S.Komber seorang pemerhati ekonomi yang sementara menyelesaikan studi program doktoral pada Fakultas Ekonomi saat dihubungi redaksi menjelaskan beberapa cara mengatur keuangan untuk pekerja lepas agar dapat tetap bahagia secara finansial, sebagai berikut,

1. Selalu membuat jurnal keuangan pribadi.

Seorang pekerja lepas wajib membuat jurnal keuangan pribadi, secara sederhana saja yakni mencatat pemasukan dan pengeluaran serta piutang dan utang jika ada. Selain nominal yang diterima, catat pula jenis proyek dan tanggal pengerjaan. Demikian pula dengan pengeluaran. Termasuk utang dan potensi piutang. Catatlah setiap melakukan pembelanjaan, baik untuk keperluan pokok, pekerjaan, sosialisasi bersama teman-teman maupun hiburan. Simpan struk belanja dan pembayaran untuk memudahkan pencatatan pengeluaran. Dengan mencatat arus kas secara rutin dan disiplin, seorang pekerja lepas akan mendapat gambaran kondisi finansialnya sehingga cermat dalam membuat perencanaan keuangan.

2. Proteksi diri dengan asuransi.

Seorang pekerja lepas tidak memiliki tunjangan atau asuransi dan fasilitas lain yang biasa didapatkan pekerja kantoran, sehingga memiliki asuransi adalah sebuah keharusan. Tidak jarang para pekerja lepas memiliki banyak kegiatan dan agenda dengan deadline waktu yang berdekatan satu sama lain. Kondisi ini menyebabkan sebagian pekerja lepas menjalani pola hidup yang tidak sehat, seperti bekerja tanpa mengenal waktu, makan tidak teratur, dan jarang berolahraga. Karenanya, seorang pekerja lepas harus memiliki asuransi, baik jiwa maupun kesehatan, untuk memproteksi diri dari risiko finansial dan kesehatan.

3. Hindari pinjaman dana yang tidak perlu.

Mengambil pinjaman bukanlah hal yang dilarang. Apalagi, jika digunakan untuk kebutuhan mendesak yang mendadak atau juga kebutuhan produktif yang dapat menunjang pekerjaan, seperti pinjaman modal dan pinjaman biaya studi. Namun, sebaiknya menghindari utang yang bersifat konsumtif dan tidak mendesak agar kondisi keuangan tetap stabil. Karena utang yang disebabkan kegiatan konsumtif dan foya foya, selain tidak dapat menunjang pekerjaan dan menambah aset, utang tersebut justru akan memberatkan.

4. Alokasikan dana darurat,berupa uang atau perhiasan.

Sebagai pekerja lepas, wajib mempunyai dana darurat yang ditaruh di bank sebagai pinjaman atau dapat juga disimpan dalam bentuk pembelian aset berupa perhiasan yang bernilai tidak susut, semisal emas dan logam mulia lainnya. Dana darurat akan sangat bermanfaat ketika menghadapi masalah mendesak yang mendadak. Dana darurat juga dapat digunakan sebagai dana cadangan ketika freelancer sedang tidak mendapatkan proyek sama sekali. Sebaiknya jumlah dana darurat adalah 2-3 kali pengeluaran rata-rata per bulan.

5. Kurangi pengeluaran yang tidak perlu.

Seorang pekerja lepas wajib mempunyai standar dalam mengelola keuangannya. Sehingga tidak terkesan berfoya-foya saat sedang mendapatkan proyek dan tiba-tiba menderita saat tidak ada proyek. Aturlah standar pribadi dalam membelanjakan dana sehingga memahami mana yang dibutuhkan dan mana yang diperlukan. Utamakan yang dibutuhkan dan setelah itu jika memungkinkan pilihlah beberapa hal yang diperlukan. Demikian saran dari pemerhati ekonomi Mervin S.Komber. (IP01)

Artikel ini telah terbit pada www.infopasific.com 

Pembaca

Kalender
Calendar Widget by CalendarLabs